Kepelabuhan : GAMBARAN UMUM TENTANG PELABUHAN

Gambaran umum tentang pelabuhan


Pelabuhan dari kata asal labuh, yaitu istilah bagi kapal yang menurunkan jangkarnya agar kapal tidak mempunyai gerakan terhadap tanah. ( istilahnya tidak berlayar).

berlabuh bagi kapal mempunyai maksud maksud tertentu, diantaranya :



  • kapal telah tiba ditempat tujuan, untuk mengadakan aktivitas membongkar  ataupun memuat muatan, atupun menaik turunkan penumpang.
  • kapal bermaksud menambah perbekalan, bahan makanan, air, bahan bakar, ataupun awak kapal.
  • kapal memerlukan perbaikan2.
  • kapal berlindung dari cuaca yang ganas, sambil menunggu cuaca baik.
  • berlindung dari serangan2 penjahat dilaut.
  • meminta bantuan paramedis. ( crew ataupun penumpang yang sakit)
  • keadaan darurat, yang memaksa untuk meminta bantuan guna mengatasinya.


sehingga dalam perkembangannya, pelabuhan dituntut untuk melengkapi fasilitas2 guna memenuhi kebutuhan diatas.



  • kemungkinan pada permulaannya, pelabuhan hanya merupakan tempat yang aman untuk kapal berlabuh,dan mengadakan aktivitas2 seperti diatas.
  • dalam perkembangannya, kemudian diperlukan tempat sandar didaratan.
  • guna melindungi tempat sandar, kemudian diperlukan tanggul2 penahan gelombang/ break water.
  • kemudian berkembang lagi diperlukan buruh buruh yang khusus.
  • kemudian diperlukan gudang gudang.
  • dengan berkembangnya aktivitas, pengelolan pelabuhanpun tidak bisa ditangani secara sederhana lagi. mungkin pada mulanya, penguasa daerah langsung    menangani pelabuhan, selanjutnya diperlukan seseorang/ badan khusus sebagai perpanjangan tangan sang penguasa untuk menanganinya.
  • berkembang lagi usaha usaha melayani jasa jasa yang diperlukan.; transportasi; ekpedisi; dan lain2.
  • sementara dibagian lautpun terus berkembang.
  • kapal kapal yang datang mulai banyak, sehingga diperlukan rambu2.
  • areal kepentinganpun bertambah, sehingga diperlukan penetapan dan dlkr dan dlkp.
  • berkembang kepentingan melakukan pemanduan.
  • berkembang diperlukannya bantuan kapal kapal tunda.
  • penguasapun memerlukan tambahan tambahan personel lain yang menyangkut keimigrasian, kesehatan, kepabeanan, keamanan dll.
  • pemeliharaan pelabuhan menjadi tak kalah penting agar pelabuhan tetap terus menerus mempertahankan kemampuan untuk beroperasi, atau bahkan peningkatannya, diantaranya pengerukan, dll.


demikian gambaran sepintas untuk pelabuhan, sehingga sekarang operasi pelabuhan menjadi sangat komplek dan harus ditangani secara sungguh sungguh dan profesional.



cuplikan uu. pelayaran no.17/2008.


pasal 1

dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan:

14. kepelabuhanan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsi pelabuhan untuk menunjang kelancaran, keamanan, dan ketertiban arus lalu lintas kapal, penumpang dan/atau barang, keselamatan dan keamanan berlayar, tempat perpindahan intra-dan/atau antarmoda serta mendorong perekonomian nasional dan daerah dengan tetap memperhatikan tata ruang wilayah.

15. tatanan kepelabuhanan nasional adalah suatu sistem kepelabuhanan yang memuat peran, fungsi, jenis, hierarki pelabuhan, rencana induk pelabuhan nasional, dan lokasi pelabuhan serta keterpaduan intra-dan antarmoda serta keterpaduan dengan sektor lainnya.

16. pelabuhan  adalah  tempat yang terdiri atas daratan dan/atau  perairan dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, naik turun penumpang, dan/atau bongkar muat barang, berupa terminal dan tempat berlabuh kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra-dan antarmoda transportasi.

17. pelabuhan utama adalah pelabuhan yang fungsi pokoknya melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri dan internasional, alih muat angkutan laut dalam negeri dan internasional dalam jumlah besar, dan sebagai tempat asal tujuan penumpang dan/atau barang, serta angkutan penyeberangan dengan jangkauan pelayanan antarprovinsi.

18. pelabuhan pengumpul adalah pelabuhan yang fungsi pokoknya melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri, alih muat angkutan laut dalam negeri dalam jumlah menengah, dan sebagai tempat asal tujuan penumpang dan/atau barang, serta angkutan penyeberangan dengan jangkauan pelayanan antarprovinsi.

19. pelabuhan pengumpan adalah pelabuhan yang fungsi pokoknya melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri, alih muat angkutan laut dalam negeri dalam jumlah terbatas, merupakan pengumpan bagi pelabuhan utama dan pelabuhan pengumpul, dan sebagai tempat asal tujuan penumpang dan/atau barang, serta angkutan penyeberangan dengan jangkauan pelayanan dalam provinsi.

20.  terminal . . .

20. terminal adalah fasilitas pelabuhan yang terdiri atas kolam sandar dan  tempat kapal bersandar atau tambat, tempat penumpukan, tempat menunggu dan naik turun penumpang, dan/atau tempat bongkar muat barang.

21. terminal khusus adalah terminal yang terletak di luar daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan yang merupakan bagian dari pelabuhan terdekat untuk melayani kepentingan sendiri sesuai dengan usaha pokoknya.

22. terminal untuk kepentingan sendiri adalah terminal yang terletak di dalam daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan yang merupakan bagian dari pelabuhan untuk melayani kepentingan sendiri sesuai dengan usaha pokoknya.

23. daerah lingkungan kerja (dlkr) adalah wilayah perairan dan daratan pada pelabuhan atau terminal khusus yang digunakan secara langsung untuk kegiatan pelabuhan.

24. daerah lingkungan kepentingan (dlkp) adalah perairan di sekeliling daerah lingkungan kerja perairan pelabuhan yang dipergunakan untuk menjamin keselamatan pelayaran.

25. rencana induk pelabuhan adalah pengaturan ruang pelabuhan berupa peruntukan rencana tata guna tanah dan perairan di daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan.

26. otoritas pelabuhan (port authority) adalah lembaga pemerintah di pelabuhan sebagai otoritas yang melaksanakan fungsi pengaturan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan kepelabuhanan yang diusahakan secara komersial.

27. unit penyelenggara pelabuhan adalah lembaga pemerintah di pelabuhan sebagai otoritas yang melaksanakan fungsi pengaturan, pengendalian, pengawasan kegiatan kepelabuhanan, dan  pemberian pelayanan jasa kepelabuhanan untuk pelabuhan yang belum diusahakan secara komersial.

28. badan usaha pelabuhan adalah badan usaha yang kegiatan usahanya khusus di bidang pengusahaan terminal dan fasilitas pelabuhan lainnya.

29. kolam pelabuhan adalah perairan di depan dermaga yang digunakan untuk kepentingan operasional sandar dan olah gerak kapal.

30. tata ruang adalah wujud struktur ruang dan pola ruang.

31. penataan ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang.

32. keselamatan dan keamanan pelayaran adalah suatu keadaan terpenuhinya persyaratan keselamatan dan keamanan yang menyangkut angkutan di perairan, kepelabuhanan, dan lingkungan maritim.

33. kelaiklautan kapal adalah keadaan kapal yang memenuhi persyaratan keselamatan kapal, pencegahan pencemaran perairan dari kapal, pengawakan, garis muat, pemuatan, kesejahteraan awak kapal dan kesehatan penumpang, status hukum kapal, manajemen keselamatan dan pencegahan pencemaran dari kapal, dan  manajemen keamanan kapal untuk berlayar di perairan tertentu.

34. keselamatan kapal adalah keadaan kapal yang memenuhi persyaratan material, konstruksi, bangunan, permesinan dan perlistrikan, stabilitas, tata susunan serta perlengkapan termasuk perlengkapan alat penolong dan radio, elektronik kapal, yang dibuktikan dengan sertifikat setelah dilakukan pemeriksaan dan pengujian.

35. badan klasifikasi adalah lembaga klasifikasi kapal yang melakukan pengaturan kekuatan konstruksi dan permesinan kapal, jaminan mutu material marine, pengawasan pembangunan, pemeliharaan, dan perombakan kapal sesuai dengan peraturan klasifikasi.

36. kapal adalah kendaraan air dengan bentuk dan jenis tertentu, yang digerakkan dengan tenaga angin, tenaga mekanik, energi lainnya, ditarik atau ditunda, termasuk kendaraan yang berdaya dukung dinamis, kendaraan di bawah permukaan air, serta alat apung dan bangunan terapung yang tidak berpindah-pindah.

37. kapal perang adalah kapal tentara nasional indonesia yang ditetapkan sesuai dengan          ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.